Slr-uk.com – Dua jembatan milik warga di RT 15 RW 01, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, ambruk pada Rabu (22/10/2025) sore. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski satu sepeda motor sempat nyaris tercebur ke kali.
“Enggak ada alhamdulillah. Tapi ada motor itu langsung ditarik ke atas, enggak sampai nyemplung,” jelas Agya (36), salah satu warga terdampak, saat ditemui pada Kamis (23/10/2025). Menurut Agya, peristiwa itu terjadi sesaat sebelum hujan turun. Ia mengaku sempat mendengar suara gemuruh cukup keras sebelum jembatan roboh. “Ada suara gemuruh keras banget, pas batu turap dan jembatan jatuh ke kali. Mungkin terdorong arus air, jadi satu-satu jatuh,” ungkapnya.
Tanda-Tanda Kerusakan Sudah Terlihat Sejak Siang
Agya menuturkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak siang hari. Pagar rumah di sekitar lokasi mulai miring dan retak, pertanda adanya pergeseran tanah di sekitar turap. “Awalnya siang kemarin, pagar rumah sudah miring dan agak retak. Enggak lama, dalam sejam roboh gitu. Batu-batu turap itu pada jatuh ke kali semua, itu sebelum hujan,” katanya.
Penyebab Ambruk dan Langkah Penanganan
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Utan Kayu Selatan, Listia Yuniandita, menjelaskan bahwa penyebab utama ambruknya jembatan adalah kerusakan pada turap saluran air (PHB) yang retak dan tergerus arus. “Kejadiannya sekitar pukul 14.30. Jadi turap PHB bolong, dan jembatan sudah melebihi beban, akibatnya roboh jembatan yang biasa di gunakan warga menyeberang,” jelas Listia.
Baca juga: Viral! Video Guru Jakarta Timur Yang Punya Metode Mengajar Unik Dan Inspiratif
Upaya Pembersihan dan Rencana Perbaikan
Setelah kejadian, 20 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) langsung dikerahkan untuk membersihkan material jembatan yang runtuh agar tidak menghambat aliran air. “Untuk kemarin, PPSU membantu pembersihan material yang menghambat saluran air. Hari kedua difokuskan pada pembersihan puing dan koordinasi lintas instansi,” tambahnya.
Pemerintah kelurahan juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga untuk memperbaiki turap yang rusak. Pembersihan puing-puing jembatan di targetkan selesai dalam waktu dua minggu. “Untuk jembatan yang roboh itu dibangun swadaya oleh masyarakat, sementara turap akan diperbaiki oleh Sudin SDA,” tutup Listia.