Jakarta Timur Heboh! 100 Warga Ikut Pelatihan Budidaya Ikan!

budidaya ikan

Slr-uk.com – Jakarta Timur lagi rame banget! Seratus warga antusias banget ikut Pelatihan Budi Daya Perikanan, belajar cara budidaya ikan hias dan konsumsi. Kegiatan ini nggak cuma soal ikan, tapi juga kesempatan nambah skill dan peluang usaha seru. Semua peserta di bekali ilmu praktis dari para ahli dan dapet sarana produksi lengkap. Pokoknya, pelatihan ini bikin warga Jakarta Timur makin semangat bikin ekonomi lokal bergerak!

Waktu dan Lokasi Pelatihan

Pelatihan di laksanakan selama dua hari, pada 17 Oktober 2025 dan hari ini, bertempat di Pusat Pelatihan Sumber Daya Hayati Perikanan (PPSHP), Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mempelajari teknik budidaya ikan modern dan berkelanjutan.

Tema dan Tujuan Pelatihan

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menjelaskan bahwa tema pelatihan adalah “Tingkatkan Semangat Berbudidaya Ikan di Jakarta Timur”. Menurutnya, kegiatan ini mendukung peningkatan konsumsi ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. “Penting bagi masyarakat untuk mengembangkan budi daya ikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan angka konsumsi ikan di Jakarta Timur,” ujar Taufik.

Baca juga: Wajib Paham! Peraturan Baru Izin Mendirikan Bangunan Di Jakarta Timur

Materi dan Narasumber

Pelatihan mengenalkan berbagai teknik budidaya yang fokus pada peningkatan nilai produksi, baik untuk ikan konsumsi maupun hias. Narasumber yang hadir antara lain Rini Fahmi dari Balai Riset Ikan Hias KKP RI dan Satria Deco, praktisi dari Jade Discus. Materi yang di berikan mencakup inovasi budidaya, manajemen berkelanjutan, pemasaran kreatif, hingga peluang ekspor global.

Peserta dan Distribusi Sarana Produksi

Total peserta berjumlah 100 orang, terdiri dari 49 penggarap ikan konsumsi dan 50 penggarap ikan hias, tersebar di 10 kecamatan Jakarta Timur. Pelatihan juga menekankan keseimbangan gender, meskipun peserta mayoritas laki-laki. Usia peserta bervariasi mulai dari 21 hingga 51 tahun ke atas.

Sebagai dukungan, peserta menerima sarana produksi, penggarap ikan konsumsi mendapat bak fiber, wadah sortir, pH test kit, dan pelet ikan, sementara peserta ikan hias menerima dua akuarium, ember plastik, pH meter, dan artemia.

Harapan dan Dampak Pelatihan

Taufik menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menumbuhkan semangat, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi pembudidaya ikan di Jakarta Timur. Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus digiatkan untuk mendorong minat masyarakat dalam sektor perikanan perkotaan. “Dengan keterampilan dan dukungan sarana yang memadai, masyarakat Jakarta Timur dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” ujarnya.